Messi Jadi Pemain FIFA Terbaik dan Dapat Ballon d'Or

Messi Jadi Pemain FIFA Terbaik dan Dapat Ballon d’Or

Nasional

Tahun 2019 pantas dipandang sebagai tahunnya Lionel Messi. Megabintang Barcelona ini kembali mempunyai status pesepak bola terhebat di dunia yang dijelaskan melalui dua penghargaan individu paling tinggi : The Best FIFA Men’s Player serta Ballon d’Or.

Mengawinkan dua penghargaan ini biasa berlangsung dalam sebuah tahun kalender. Tahun 2018 lalu ada Cedera Modric yang mencapai keduanya, gelandang 34 tahun ini melakukan musim menakjubkan berbarengan Real Madrid serta Kroasia.

Saat ini, dua penghargaan bergengsi itu kembali lagi tangan Lionel Messi. Kemenangan Messi sempat mengakibatkan diskusi, dikarenakan ia dianggap tak sungguh-sungguh sukses mengenai mencapai trofi.

The Best FIFA Men’s Player 2019

Penghargaan pemain terhebat vs FIFA ini mulai lebih dulu. Ada daftar 10 pemain yang diluncurkan pada 31 Juli 2019, lalu mengerucut jadi tiga finalis pada 2 September 2019. Seperti biasa, Lionel Messi serta Cristiano Ronaldo sukses tembus calon tiga besar itu. Kesempatan ini ada Virgil van Dijk yang temani dua pemain terhebat di dunia itu.

Sebelum Messi sah jadi juara, yaitu Van Dijk yang menjadi idola banyak orang-orang. Ia melakukan musim yang menakjubkan berbarengan Liverpool dengan memenangi Liga Champions serta hampir wujudkan mimpi di Premier League.

Supaya demikian, kelanjutannnya terus Messi yang dipilih. La Pulga mencapai 45 point, diikuti Van Dijk dengan 38 point, serta Ronaldo dengan 36 point.

“Saya begitu puas dapat terima penghargaan ini. Seperti yang senantiasa saya sebut, penghargaan individu senantiasa jadi nomor dua untuk saya dikarenakan cuma klub yang penting, ” papar Messi di halaman sah FIFA.

Kemenangan Messi mengundang kesangsian. Ia cuma dapat mendukung Barcelona mencapai trofi La Liga, tidak sukses di Liga Champions serta Copa del Rey.

Trofi La Liga itu bahkan juga merasa cemplang lantaran kegagalannya di Liga Champions yang demikian menyakitkan. Blaugrana dihajar Liverpool 0-4 di Anfield pada putaran kedua partai semi-final, Messi bahkan juga tak berkemampuan menentang. Messi bahkan juga tak menolak. Ia mengaku musim itu merasa aneh, dikarenakan kekalahan dari Liverpool udah mengubah seluruhnya.

“Ini musim yang aneh [2018/19]. Kami sempat melakukan musim spektakuler jadi klub namun satu kompetisi mengubah seluruhnya [kekalahan dari Liverpool]. Itu melahirkan frustasi besar sampai kami tak dapat merasa penting Liga serta kami tak siap-siap secara baik buat final Copa del Rey, ” lanjut Messi.

Hal yang Harus Kamu Tahu Tentang Pasukan Antariksa Amerika

Messi barangkali mengaku musimnya aneh, namun dunia terus menyadarinya jadi yang terhebat. Tidak tahu udah berapakah kali Messi selamatkan Barca dari kekalahan atau permainan tidak baik, andilnya tersebut yang menjadi tolok ukur khusus.

Tiap-tiap tahun, diskusi mengenai tolok ukur pemain terhebat ini senantiasa menarik. Ada yang menilainya trofi jadi parameter khusus, sejumlah lain menilainya musim keseluruhannya. Kesempatan ini, Messi dianggap terhebat atas penilaian satu musim penuh.

Ballon d’Or 2019

Akhir tahun 2019, pasnya pada 2 Desember tempo hari, Messi lengkapi torehannya dengan mencapai Ballon d’Or ke-6 selama karirnya. Trofi ini kembali bawa Messi mengalahkan Ronaldo yang udah mengumpulkan 5 Ballon d’Or.

Sesuai sama penghargaan vs FIFA, Messi serta Ronaldo ditemani Van Dijk dalam tiga besar. Kesempatan ini Ronaldo ketinggal jauh dari dua saingannya, sesaat Messi hanya menang tipis dari Van Dijk.

Tersebut, Messi mencapai 686 point di posisi pertama, Van Dijk membuntuti dengan 679 point, serta Ronaldo dengan 476 point. Tolok ukur Ballon d’Or sedikit lebih ketat dibanding dengan FIFA Best, satu point begitu bermakna.

Sesuai sama penghargaan vs FIFA, Ballon d’Or ke-6 Messi lantas mengakibatkan diskusi. Argumennya mirip, Messi dikira tak pantas lantaran record trofi yang wajar saja. Khasnya, Van Dijk yang senantiasa jadi nomor dua mengaku Messi jadi yang terhebat. Van Dijk memang sedih, namun dia mengerti cuma Messi yang layak mencapai trofi berkelas pribadi itu.

Ini sebagai Ballon d’Or pertama Messi seusai tidak hadir saat tiga edisi paling akhir. La Pulga paling akhir menggapainya pada tahun 2015, lalu di stop Ronaldo pada tahun 2016 serta 2017, diselingi Cedera Modric pada tahun 2018, serta kembali lagi pelukan Messi tahun 2019 ini.

Messi bisa jadi menomorduakan penghargaan pribadi, namun ia lantas rasakan sedih disaat Ronaldo mengimbangi record Ballon d’Or ke-5 pada tahun 2017 waktu lalu.

“Di lain bagian, saya nikmati lima trofi punya saya serta berubah menjadi cuma satu pemain yang melaksanakannya. Disaat Cristiano menyamainya, saya mengaku saya rasakan sedikit sakit hati. Saya gak sendirian di pucuk. Akan tetapi, itu rasional meski menyenangkan disaat saya masih mempunyai lima trofi sendirian, ” kata Messi.

Apabila memonitor kembali kemenangan Ronaldo serta Modric, mulai dapat dibaca skema 7mcn Ballon d’Or yang tak dimenangi Messi. Rumusnya simple : Messi dikira nomor satu serta bakal senantiasa menang, bagaimanapun juga musimnya berjalan. Hasilnya, cuma satu trik menyudahi supremasi Messi yaitu dengan mencapai trofi-trofi berkelas, seperti yang dilaksanakan Ronaldo serta Modric pada jaman kejayaan Real Madrid.

Messi lantas tak dapat menolak analisis itu. Dia mengerti tolok ukur Ballon d’Or berganti-ganti, dikarenakan ada banyak orang-orang di pelosok dunia yang ikut serta dalam pungutan suara.

“Apa saya rasakan diperlakukan tak adil? Terkait Anda yang menilainya, apa Ballon d’Or diserahkan ke pemain terhebat atau pemain yang nikmati musim terhebat, ” kata Messi.

“Hal semacam itu pun tergantung pada hasrat pribadi. Sebagian orang menentukan Cristiano, sejumlah yang lain menentukan saya, atau Neymar, atau Kylian Mbappe. Mereka punyai hak buat menentukan satu pemain yang paling mereka senangi.”

Messi bisa jadi punya sikap netral, namun statistik tak dapat berbohong. Terdapat banyak argumen buat mengatakan Messi jadi pemain terhebat.

Argumen Messi Jadi yang Terhebat

Membimbing Barca Memenangi La Liga

Trofi La Liga 2018/19 sebagai trofi ke-34 selama karir Messi, ia sebagai pemain Barcelona dengan record trofi paling banyak selama histori.

Mencapai Pichichi ke-6

Leo Messi kembali berubah menjadi top score La Liga 2018/19, dengan record 36 gol dari 34 kompetisi. Ini sebagai gelar Pichichi keenamnya, mengimbangi record Telmo Zarra di pucuk.

Golden Shoe ke-6

36 gol Messi di La Liga lantas membuat jadi nomor satu di Eropa. Ia mendapat sepatu emas dengan record 72 point. Tiga musim berturutan, kesempatan ini yang nomor enam.

Top Score Liga Champions

Bukan hanya di La Liga, Messi lantas berjaya di Liga Champions mengenai membuat gol. Ia mengumpulkan 12 gol cuma dalam 10 kompetisi, bahkan juga gol sepakan bebasnya ke gawang Liverpool dipilih jadi yang terhebat.

Top Assist di La Liga

Messi bukan hanya jago mengenai membuat gol, ia lantas melayani rekan-rekannya dengan 13 assists di La Liga musim 2018/19.

Catatan Luar Biasa

Selama tahun 2019, Messi udah membuat 41 gol dalam 44 kompetisi. Ia cuma ketinggal satu gol dari Robert Lewandowski, plus 15 assists. Pada beberapa puluh gol itu, Messi membuat 3 hattrick serta 7 brace.

Gol Sepakan Bebas

Messi sukses membuat 52 gol sepakan bebas selama karirnya : 46 berbarengan Barca, 6 buat Argentina.

700 serta 600

Messi udah melalui 700 tampilan berbarengan Barcelona, cuma kalah dari Xavi Hernandez (767) yang barangkali bakalan lekas tersalip. Ia lantas udah membuat 614 gol buat Blaugrana, paling banyak selama histori.

Medali Perunggu Copa America

Walaupun Argentina tidak sukses memenangi Copa America, Messi terus pantas dipandang sebagai salah satunya pemain terhebat. Argentina ditundukkan Brasil di semi-final, namun dapat menundukkan Chile di perebutan persaingan tempat ke-tiga.

Kemenangan Paling banyak

Di semua pertandingan, Messi menuliskan 496 kemenangan buat Barcelona. Ia udah membalap Xavi mengenai pemain Barca dengan record kemenangan paling banyak.

1 thought on “Messi Jadi Pemain FIFA Terbaik dan Dapat Ballon d’Or

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *